Showing posts with label Laporan. Show all posts

Hama Ulat Hongkong


HAMA TANAMAN
PEMELIHARAAN SERANGGA ULAT HONGKONG 



OLEH:

NAMA:









LABORATORIUM ILMU HAMA DAN PENYAKIT PENYAKIT TANAMAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNVERSITAS BENGKULU
2015



BAB I
 PENDAHULUAN

1.1              Dasar Teori
Ulat hongkong lebih dikenal dengan sebutan MealWorm atau Yellow MealWorm dan merupakan larva dari Tenebrio Molitor. Hewan ini fase hidupnya sama dengan jenis ulat yang lain, yaitu mulai dari telur, lalu menetas menjadi larva sampai mencapai ukuran maksimal, larva akan berubah menjadi pupa atau kepompong, dan fase terakhir menjadi serangga Tenebrio Molitor (Anonymous, 2013).
Ulat hongkong dipanen pada umur 50 sampai 60 hari sejak menetas. Warnanya berwarna kuning dan tidak berbulu. Ukuran panjang tubuh larva dewasa bisa mencapai 33 mm dan berdiameter 3 mm (Anonymous, 2013, Haryanto, 2013).
Ulat ini dijumpai pada toko pakan burung, ikan-ikanan, reptil dan ternak lainnya. Ulat ini sering dijadikan sebagai suplemen atau makanan utama pada hewan-hewan peliharaan dalam bentuk masih hidup maupun berbentuk pelet. Ulat hongkong di jadikan sebagai pakan favorit karena memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk hewan ternak. Kandungan nutrisi diantaranya protein kasar 48%, lemak kasar 40%, kadar abu 3%, kadar air 57%, serta kandungan ekstra non nitrogen 8% (Anonymous, 2013).
Di pasaran, ulat hongkong dijual antara Rp 27.000 – Rp 40.000. Pakan yang digunakan untuk ulat hongkong, umumnya masih menggunakan polar dan jenis konsentrat lain yang murah. Bahan konsentrat diperoleh dari limbah pertanian; gamblong, bekatul dan bahan lainnya. Selain itu, peternak juga menambahkan sayuran dan buah-buahan untuk meningkatkan bobot badan ulat hongkong. Dari semua bahan tersebut, belum diperoleh secara pasti standar kebutuhan nutrisi ulat hongkong.
Kendala yang umumnya ditemui masyarakat adalah untuk memenuhi sayur dan buah, umumnya peternak masih sulit mendapatkannya dalam jumlah yang kontinyu dan terkadang peternak harus membeli. Padahal, ulat hongkong merupakan salah satu binatang yang cukup rakus makannya. Kota Malang merupakan salah satu kota pendidikan di Indonesia yang memiliki populasi penduduk yang cukup padat. Jumlah populasi yang banyak menyebabkan menjamurnya berbagai bisnis rumah makan dan pasar-pasar yang menjual kebutuhan pokok dan sayuran. Sehingga, jumlah sampah setiap harinya sangat besar sekali. Hasil penelitian Haffandi (2013), jumlah gerobak yang masuk ke TPS dari jam 06.00 - 08.00 (2 jam) berjumlah 15 gerobak. Jumlah TPS yang ada di Kota Malang, yaitu 73 TPS maka diperkirakan berat sampah di seluruh TPS Kota Malang yaitu sebesar 33.769.800 gr (~33,8 t) dengan rata-rata berat sampah organik organik (wortel, sayuran hijau) sebesar 19.710.000 gr.
Salah satu solusi pemanfaatan sampah organik adalah dimanfaatkan sebagai pakan ulat hongkong, sebagai pakan alternatif yang murah dan jumlahnya melimpah dan kontinyu. Perbedaan jenis pakan yang diberikan untuk ulat hongkong menyebabkan perbedaan pada hasil panen dan bobot badan panen. Oleh karena itu, perlu diteliti penggunaan dari limbah sayuran pasar dan buah-buahan pada media pakan yang berbeda terhadap produksi ulat hongkong.
Sampah di Kota Malang belum ada yang memanfaatkan dan rata-rata hanya diangkut oleh gerobak menuju TPA (tempat pembuangan akhir). Di TPA sampah ini dibiarkan saja dan jika menumpuk terlalu lama akan menyebabkan bau.
Permasalahan yang dihadapi adalah bagaimana pengaruh pemberian limbah sayuran pasar dan buah-buahan pada media pakan yang berbeda terhadap pertambahan bobot panen ulat hongkong.

1.2              Tujuan
1.      Mahasiswa mampu memelihara serangga kaitannya dengan rencana penelitian.
2.      Mahasiswa memahami biologi serangga.


BAB II
METODOLOGI
1.1              Bahan dan Alat
A.    Bahan
Ulat hongkong, bubuk kedelai sebagai pakan.
B.     Alat
Pensil, kertas. Petridish besar
1.2              Cara Kerja
1.      Menyiapkan ulat hongkong sebanyak sepuluh ekor
2.      Dimasukkan kedalam petridish sebanyak 10 ekor
3.      Kemudian dimasukkan pakan berupa bubuk kedelai sebanyak satu sendok makan
4.      Kemudian diamati perkembangan ulat setiap minggu

BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
No.
Waktu
Gambar
Keterangan
1.
Minggu 1
Pada minggu pertama ulat hongkong masih dalam keadaan seperti biasa, keadaanya masih sama seperti saat pertamakali dimasukkan kedalam petridish
2.
Minggu 2
Minggu kedua ulat hongkong kulitnya menghitam, warnanya semakin gelap dan pergerakannya lemah. Dan bahkan sudah ada ulat yang ganti kulit.
3.
Minggu 3
Pada minggu ketiga ulat hongkong berganti kulit, warnanya menjadi putih bening.
Dan ulat tidak banyak bergerak, setelah itu ulat menjadi pupa.

4.2 Pembahasan
Pertumbuhan serangga dipengaruhi kesesuaian kondisi lingkungannya. Pengaruh ini berbeda-beda setiap jenis serangga. Lingkungan yang sesuai akan menjadikan metabolism dalam tubuh serangga mampu bekerja dengan baik. Khususnya ulat hongkong, aplikasinya ulat yang dipelihara dalam kelembaban yang lebih rendah akan mengkonsumsi pakan lebih banyak (Hartininsih dan E.F. Sari., 2014). Ini berkaitan dengan hasil penelitian Marlianti (2006) dilaporkan bahwa pada kelembaban 69% konsumsi ulat umur 46-55 sebanyak 10,4.
Baiknya metabolisme tubuh akan menjadikan perkembangan dan pertumbuhan ulat hongkong dapat terjadi dengan baik.


BAB IV
PENUTUP
          Kesimpulan
          Metabolisme yang terjadi dalam tubuh akan menjadikan pertumbuhan dan perkembangan yang baik apabila proses metabolisme terjadi dengan baik pula. Pertumbuhan dan perkembangan dapat dipenggaruhi kesesuaian makanan, suhu dan kelembaban lingkungan hidupnya.






DAFTAR PUSTAKA
Anonymous. 2013. Berita Ulat Hongkong. http://ulathongkong.webs.com/.                           Diakses tanggal 21 Mei 2015
Haffandi, L. 2012. Analisis Sampah Organik dan Anorganik Di TPS Kota Malang. http://linda‑haffandi.blogspot.com/2013/03/analisis-sampah-organik-dan-anorganik.html. Diakses tanggal 21 Mei 2013.
Hartininsih dan E.F. Sari. 2014. Peningkatan Bobot Panen Ulat Hongkong Akibat Aplikasi Limbah Sayur Dan Buahp Ada Media Pakan Berbeda. J. Buana Sains Vol 14 No 1: 55-64

Marlanti, A. 2006. Performa Ulat Tepung (Tenebrio Molitor L.) Pada Suhu dan Kelembaban yang Berbeda. Skripsi. Program Studi Teknologi Produksi Ternak. Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor.

Contoh Proposal


I.       LATAR BELAKANG
Dalam era sekarang juga dunia teknologi sudah berkembang, masyarakat pun sudah bisa mengunakan teknologi dalam kehidupan mereka. Maka begitu penting pelatihan SIG ini untuk membantu pekerjaan yang berhubungan dengan data geografis sehingga mempermudah kita dalam mengerjakan atau mengolah data.
Sistem Informasi Geografi (Geographic Information System/GIS) yang selanjutnya akan disebut SIG merupakan sistem informasi berbasis komputer yang digunakan untuk mengolah dan menyimpan data atau informasi Geografis (Aronoff,1989).
Secara umum pengertian SIG sebagai berikut :
Suatu komponen yang terdiri dari Perangkat Keras (digitizer, scanner, Central Procesing Unit (CPU), hard-disk, dan lain-lain), Perangkat Lunak (ArcView, Idrisi, ARC/INFO, ILWIS, MapInfo, dan lain-lain), Data Geografi dan Sumber Manusia yang bekerja bersama secara efektif untuk memasukan, menyimpan ,memperbaiki, memperbaruhi, mengelola , memanipulasi, mengintegrasikan, menganalisis dan menampilkan data dalam suatu informasi berbasis geografis”.
GIS mempunyai kemampuan untuk menghubungkan berbagai data pada suatu titik tertentu di bumi, menggabungkannya, menganalisa dan akhirnya memetakan hasilnya. Data yang akan diolah pada  GIS merupakan data spasial. Ini adalah sebuah data yang berorientasi geografis dan merupakan lokasi yang memiliki sistem koordinat tertentu, sebagai dasar referensinya dan mempunyai dua bagian penting yang berbeda dari data lain, yaitu informasi lokasi (spasial) dan informasi deskriptif (atribut) yang dijelaskan sebagi berikut :
1)      Informasi lokasi (spasial), berkaitan dengan suatu koordinat baik koordinat geografi (lintang dan bujur) dan koordinat XYZ, termasuk diantaranya informasi datum dan proyeksi.
2)      Informasi deskriptif (atribut) atau informasi nonspasial, suatu lokasi yang memiliki beberapa keterangan yang berkaitan dengannya. Contoh jenis vegetasi, populasi, luasan, kode pos, dan sebagainya.
Sehingga aplikasi GIS dapat menjawab beberapa pertanyaan, seperti lokasi, kondisi, trend, pola dan pemodelan. Kemampuan inilah yang membedakan SIG dari sistem informasi lainnya.
Tujuan pokok dari pemanfaatan Sistem Informasi Geografis adalah untuk mempermudah mendapatkan informasi yang telah diolah dan tersimpan sebagai atribut suatu lokasi atau obyek. Ciri utama data yang bisa dimanfaatkan dalam Sistem Informasi Geografis adalah data yang telah terikat dengan lokasi dan merupakan data dasar yang belum dispesifikasi (Dulbahri, 1993).
Menurut Anon (2003) ada beberapa alasan mengapa perlu menggunakan GIS, diantaranya adalah:
1.      GIS menggunakan data spasial maupun atribut secara terintegrasi
2.      GIS dapat digunakan sebagai alat bantu interaktif yang menarik dalam usaha meningkatkan pemahaman mengenai konsep lokasi, ruang, kependudukan, dan unsur-unsur geografi yang ada dipermukaan bumi.
3.      GIS dapat memisahkan antara bentuk presentasi dan basis data
4.      GIS memiliki kemampuan menguraikan unsur-unsur yang ada dipermukaan bumi kedalam beberapa layer atau coverage data spasial
5.      GIS memiliki kemapuan yang sangat baik dalam memvisualisasikan data spasial berikut atributnya
6.      Semua operasi GIS dapat dilakukan secara interaktif
7.      GIS dengan mudah menghsilkan peta-peta tematik
8.      Semua operasi GIS dapat di costumize dengan menggunakan perintah-perintah dalam bahaa script.
9.      Peragkat lunak GIS menyediakan fasilitas untuk berkomunikasi dengan perangkat lunak lain
10.  GIS sangat membantu pekerjaan yang erat kaitannya dengan bidang spasial dan geoinformatika.
Dari informasi diatas, dapat dikatakan bahwa GIS ini sangat penting untuk kita pahami dan kita pelajari. Kerena pada era sekarang ini banyak intansi pemerintah, perguruan tinggi bisa kita contohkan pertanian jurusan kehutanan, serta Pencinta Alam yang ada di Provinsi Bengkulu ini kurang dalam memahami GIS tersebut.
MAPETALA UNIB atau Mahasiswa Pencinta Alam merupakan suatu organisasi kepencitaalaman tingkat Universitas, yang mana merupakan wadah untuk mahasiswa/i untuk menyalurkan minat dan bakat mereka dalam kepecinta alaman. Didalam Mapetala ini sendiri ada beberapa divisi-divisi yang menunjang keaktifan anggotanya, termasuk didalamnya pengablikasian NADAR,kompas, maupun GPS dalam pelaksanaan di lapangannya.
Melihat masih kurangnya pemahaman anggota MAPETALA serta kebutuhan pengolahan data yang berbasis GIS ini, maka penting pelatihan ini diselenggarakan untuk meningkatkan pemahaman serta pengetahuan anggota MAPETALA khusus nya serta memenuhi kebutuhan akan pengolahan data geographic suatu daerah pada umumnya.
II.      TUJUAN
a.       Meningkatkan pengetahuan dan wawasan peserta pelatihan dalam memahami GIS (Geographic information system)
b.      Meningkatkan keterampilan peserta pelatihan dalam mengelola data GIS
III.   DASAR KEGIATAN
ü  Tri Darma Perguruan Tinggi
ü  AD/ART MAPETALA UNIB
ü  Program Kerja Organisasi
IV.   SASARAN LATIHAN
Sasaran dari pelatihan GIS ini diharapkan kedepannya nanti hasil (output) setelah melakukan pelatihan ini, yakni :
I.        Diharapkan bisa meningkatkan keterampilan peserta pelatihan dalam mengolah data geographic suatu daerah, yang mana data tersebut bisa berguna bagi masyarakat serta instansi yang membutuhkan data tersebut.
II.     Menghasilkan sikap peserta pelatihan yang kurang peduli menjadi peduli dalam menanggapi keadaan suatu daerah dengan pengetahuan mengelola data geographic suatu daerah tersebut.
III.  Pelatihan ini juga mengharapkan peserta pelatihan bisa meningkatkan pengetahuan tentang Sistem Informasi Geografis/SIG.


IV.        STRATEGI
Strategi pelatihan yang digunakan adalah metode pembelajaran partisipatif (partisipatory learning), yaitu memberi suasana pelatihan secara aktif melalui pembahasan kasus, role play, permainan, serta pemecahan suatu masalah dengan mengunakan data geographic suatu daerah.
Metode tersebut akan sangat baik bila ditunjangi oleh bahan serta alat yang memadai dalam melakukan pelatiahan GIS ini. Bahan serta alat yang berkembang pada saat ini sehingga peserta pelatihan tidak bingung dalam mengunakan teknologi yang digunakan saat pelatihan maupun saat berada di lapangan untuk mengolah data geographic suatu daerah nantinya.
V.    FASILITATOR
Pelatihan GIS (geographic information system) ini difasilitasi oleh para fasilitator yang memiliki pengetahuan serta keterampilan yang sudah mapan atau berpengalaman dalam mengolah data spasial maupun atribut di program GIS ini.
VI.        KURIKULUM DAN SILABUS
Terlampir
VII.          MATERI
Materi yang digunakan pada saat pelatihan GIS ini, yakni :
1.      Teknik penggunaan GPS
2.      Teknik penggunaan ArcView
3.      Teknik pemasukan data GPS dalam program ArcView
4.      Teknik pembuatan peta
  VIII.     MANFAAT
Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta pelatihan bisa memahami penggunaan program GIS dan mengolah data geographic, serta penggunaan GPS dalam pembuatan data geographic suatu daerah. Dan juga bisa membuat pemetaan suatu wilayah dengan program ArcView dan program lainnya yang berhubungan dengan GIS.



 IX.            PESERTA LATIHAN
Untuk pelatihan ini pesertanya adalah Mahasiswa Pecinta Alam di Kota Bengkulu, terbuka untuk umum dan para undangan, serta anggota MAPETALA UNIB, khusus anggota muda dan umum untuk anggota biasa MAPETALA UNIB. Namun pelatihan ini nantinya akan berlanjut dengan seiring kebutuhan yang di perlukan oleh instansi serta perguruan tinggi yang ada di Provinsi Bengkulu, dan bahkan pelatihan ini bisa membawa peserta dari tingkat Nasional.
    X.            FASILITAS
Peserta pelatihan akan mendapatkan beberapa fasilitas berbentuk piagam, snack, serta tambahan ilmu pengetahuan tentang penggolahan GIS (Geographic information system)
 XI.            PANITIA PELAKSANA
Panitia pelaksana pelatihan ini dari anggota muda MAPETALA UNIB ini sendiri. Selain dari anggota muda, panitia juga akan di bantu dan dibimbing oleh anggota biasa MAPETALA UNIB.
XII.            BAHAN DAN ALAT
No
Bahan & Alat
Jumlah
1
LCD
2 buah
2
Komputer/laptop
5 buah
3
Modul
Jumlah peserta
4
Bahan bacaan
Jumlah peserta
5
Spidol hitam
5 buah
6
Tanda peserta 10 x 8 cm
Jumlah peserta
7
Camera
2 buah
8
GPS
5 buah
9
Microphon
2 buah
10
Peta
3 buah




  XIII.     JADWAL
(Terlampir)
   XIV.     WAKTU
Pelaksanaan kegiatan pelatihan ini membutuhkan waktu 2 hari agar hasil yang diharapkan bisa optimal, yakni pada tanggal 7-8 Desember 2013.
 XV.          TEMPAT
Tempat pelaksanaan kegiatan pelatihan GIS ini di Gedung PKM Universitas Bengkulu, dan wilayah kampus Universitas Bengkulu. Serta untuk data diambil di wilayah kampus Universitas Bengkulu..



   XVI.     Estimasi Anggaran Dana
A.    PEMASUKAN
1.      Pendaftaran peserta 50 × Rp 50.000         Rp    2.500.000,-
2.      Kas Mapetala UNIB                                 Rp       200.000,-
JUMLAH                                                 Rp   2.700.000,-
B.     PENGELUARAN
a)      Peminjaman peralatan dan sewa fasilitator
No
Keterangan
Unit
Harga @
Jumlah (Rp)
1
Peminjaman LCD
2
50.000
100.000
2
Uang saku Fasilitator
2
500.000
1.000.000
JUMLAH
1.100.000

b)     KESEKTARIATAN
No
Keterangan
Unit
Harga @
Jumlah (Rp)
1
Pembuatan proposal & perbanyakan proposal
3
10.000
30.000
2
Pembuatan stempel kegiatan
1
50.000
50.000
3
Ekspedisi proposal
3
10.000
30.000
4
Piagam peserta
50
5.000
250.000
5
Sticker kegiatan
200
2.000
400.000
6
Id card
50
2.000
100.000
7
Buku panduan
50
8.000
400.000
8
ATK
50
8.000
400.000
JUMLAH
1.660.000







c)      PUBDEKDOK
No
Keterangan
Unit
Harga @
Jumlah (Rp)
1
Spanduk
1 lembar (4x2)
40.000
320.000
2
Sewa handycam selama 3 hari
2 buah
250.000
500.000
3
Sewa kamera digital selama 3 hari
2 buah
150.000
300.000
JUMLAH
1.120.000

d)     KONSUMSI
No
Keterangan
Orang
Hari
Harga @
Jumlah (Rp)
1
Snack peserta
50
3 hari (2x snack)
5.000
1.500.000
2
Snack panitia
20
3 hari (2x snack)
5.000
600.000
4
Snack fasilitator 
2
3 hari(2x snack)
10.000
120.000
5
Makan Siang peserta & panitia
70
3 hari
10.000
2.100.000
6
Makan siang Fasilitator
2
3 hari
15.000
  900.000
JUMLAH
5.220.000

e)      PASCA KEGIATAN
No
Keterangan
Unit
Harga @
Jumlah
1
Pelaporan dan editing
4 rangkap
50.000
200.000
2
Sertifikat panitia
20 lembar
5.000
100.000
3
Cuci cetak foto
100 lembar
2.000
200.000
4
Editing CD Handycam
1 Unit
500.000
500.000
5
Sertifikat Fasilitator
2 Lembar
2.000
4.000
JUMLAH
1.004.000




C.    REKAPITULASI DANA
a.      PEMASUKAN                                                    Rp       2.700.000,-
b.      PENGELUARAN :
I.        Peminjaman Peralatan Dan Sewa Fasilitator  Rp       1.100.000,-
II.     Kesekretariatan                                               Rp       1.660.000,-
III.  Pubdekdeok                                                    Rp       1.120.000,-
IV.  Kosumsi                                                          Rp       5.220.000,-
V.    Pasca kegiatan                                                Rp       1.004.000,-
JUMLAH                                                                   Rp     10.104.000,-

D.    BIAYA YANG DIPERLUKAN
= Total Pengeluaran – Total Pemasukan
= Rp 10.104.000,- – Rp 2.700.000,-
= Rp 7.404.000,-
Terbilang “Tujuh Juta Empat Ratus Empat Ribu Rupiah”



Penutup
Demikianlah proposal ini kami buat dengan niat sebersihnya dan semoga pelatihan ini dapat memberikan sumbangsih kepada seluruh anggota MAPETALA UNIB dalam meningkatkan pemahaman dan pengetahuan dalam pengolahan GIS (Geographic Information System) demi mengolah data suatu daerah yang diinginkan.
Dan semoga proposal ini dapat menjadi bahan acuan dan ajuan bagi pihak yang menjadi target pelatihan ini. Selanjutnya kami sampaikan terimakasih yang sedalamnya atas dukungan dan bantuan yang naksimal dari semua pihak yang akan membantu menyukseskan kegiatan pelatihan ini serta pencampaian maksud dan tujuan yang diharapkan.
Bengkulu,    November 2013

Ketua panitia


PANITIA PELAKSANA
PELATIHAN GIS

Sekretaris



Menyetujui,

Pembina


Ketua Umum        


Mengetahui,

Plt. Wakil Rektor
Bidang Kemahasiswaan
Universitas Bengkulu






SUSUNAN KEPANITIA PELATIHAN GIS
MAHASISWA PENCINTA ALAM UNIVERSITAS BENGKULU
(MAPETALA UNIB)
Pelindung                    : Rektor Universitas Bengkulu
  Dr.Ridwan Nurazi, SE, M.Sc
Penasehat                    : Plt. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan
                                      Dr.Ir. Fahrurrozi, M.Sc
Pembimbing                : Pembina MAPETALA UNIB
                                      Alfarabi, S.Sos, MA
Penanggung jawab      : Ketua Umum MAPETALA UNIB
                                      Riki Rahmansyah
Ketua panitia               : Ola Elveri
Sekretaris panitia        : Megi Naldo
Bendahara                   : Yosi Narti
Co perlengkapan         : Bima Satria .Y          Co DANUS                : Ridwan Hutabarat
            Anggota          : Ikhsan                                   Anggota          : Bayu
                                      Tria                                                                  Kausar
                                      Ronaldi                                                           Rahnat
Co Acara                     : Wawan Stawan         Co Konsumsi              : Reselia Tiara
            Anggota          : Fitriani                                   Anggota          : Mega Fitri
                                      Lidya Deviga                                                  Yunia            Yani
                                      Sunar                                                               Dian              Ayub
                                                                                                              Yanesa          Eva
                                                                                                              Diki
Co pubdekdok            : Yani                          Co HUMAS                : Devi Aprianto
            Anggota          : Reza                                      Anggota          : Sayfrizal
                                      Roi Fatar                                                         Efran
                                      Adam                                                              Wira
           



JADWAL KEGIATAN

No
Hari/Tanggal
Waktu
Acara
1
Sabtu/7 Desember 2013
08.00 – 08.30 Wib
Regestrasi Peserta Pelatihan
08.30 – 09.30 Wib
Pembukaan
09.30 – 09.50 wib
Cofe Break
10.00 – 11.45 wib
Materi I :
Pengenalan dan  Penerapan Teknologi GIS dalam Bidang Ilmu
11.45 – 13.00 wib
ISHOMA
13.00 – 14.00 wib
Regestrasi Ulang Peserta
14.00 – 15.45 wib
Materi II :
Penggenalan Dasar-Dasar Aplikasi GIS serta Penggunaannya
15.50 – 16.30 wib
Penutup
2
Minggu/8 Desember 2013
08.00 – 08.30 wib
Regestrasi Peserta
08.30 – 09.45 wib
Materi III :
Pengenalan Alat-Alat dalam Pengablikasian Program GIS
09.45 – 10.00 wib
Cofe Break
10.00 – 12.00 wib
Pengablikasian GIS
12.00 – 13.00 wib
ISHOMA
13.00 – 13.30 wib
Regestrasi Ulang Peserta
13.30 – 14.45 wib
Aplikasi Lapangan I :
Pengambilan Data Lapangan
14.45 – 15.45 wib
Aplikasi Lapangan II :
Pengolahan Data Lapangan Untuk Menghasilkan Peta dengan Program GIS